SELAMAT DATANG DI BPP KRATON

19 Mei 2023

Kangkung

 Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kangkung
kangkung Edit nilai pada Wikidata
N Ipoa D1600.JPG
Edit nilai pada Wikidata
Tumbuhan
Jenis buahkapsul Edit nilai pada Wikidata
Status konservasi
Status iucn3.1 LC.svg
Risiko rendah
IUCN168908 Edit nilai pada Wikidata
Taksonomi
DivisiTracheophyta
SubdivisiSpermatophytes
KladAngiosperms
Kladmesangiosperms
Kladeudicots
Kladcore eudicots
Kladasterids
Kladlamiids
OrdoSolanales
FamiliConvolvulaceae
TribusIpomoeeae
GenusIpomoea
Spesieskangkung Edit nilai pada Wikidata
Forsskål
Water spinach, raw
Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi79 kJ (19 kcal)
3.14 g
Serat pangan2.1 g
0.2 g
2.6 g
VitaminKuantitas
%DV
Vitamin A equiv.
39%
315 μg
Tiamina (B1)
3%
0.03 mg
Riboflavin (B2)
8%
0.1 mg
Niasin (B3)
6%
0.9 mg
Asam pantotenat (B5)
3%
0.141 mg
Vitamin B6
7%
0.096 mg
Folat (B9)
14%
57 μg
Vitamin C
66%
55 mg
MineralKuantitas
%DV
Kalsium
8%
77 mg
Zat besi
13%
1.67 mg
Magnesium
20%
71 mg
Mangan
8%
0.16 mg
Fosfor
6%
39 mg
Potasium
7%
312 mg
Sodium
8%
113 mg
Seng
2%
0.18 mg

Persen DV berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa.
Sumber: USDA FoodData Central

Kangkung (kangkung) adalah tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan ditanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di pasar-pasar. Kangkung banyak terdapat di kawasan Asia, tempat asalnya tidak diketahui. dan merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai hampir di mana-mana terutama di kawasan berair.

Masakan kangkung yang populer adalah cah kangkung bumbu tauco atau terasi, juga di wewarungan terdapat pelecing kangkung lombok

Pemerian[sunting | sunting sumber]

Ada dua jenis bentuk kangkung yang dijual di pasaran. Yang pertama adalah kangkung berdaun licin dan berbentuk mata panah (kangkung air) sepanjang 10–15 cm. Tumbuhan ini memiliki batang berongga yang menjalar dengan daun berselang dan batang yang menegak pada pangkal daun. Tumbuhan ini bewarna hijau pucat dan menghasilkan bunga bewarna putih, yang menghasilkan kantung yang mengandung empat biji benih. Jenis kedua adalah dengan daun sempit memanjang (kangkung tanah) biasanya tersusun menyirip tiga.

Budidaya[sunting | sunting sumber]

Kelompok kultivar[sunting | sunting sumber]

Kangkung budidaya terbagi ke dalam empat kelompok kultivar.[1] Kangkung sawah (Kelompok Lowland) adalah kelompok yang paling dikenal, tumbuh meliar di rawa-rawa dangkal dan persawahan yang terbengkalai. Ini yang secara tradisional dimakan orang. Kelompok berikutnya adalah kangkung darat atau Kelompok Alba, pernah dikenal sebagai Ipomoea reptans Poir. tetapi nama ini sekarang dianggap tidak valid. Kangkung darat berdaun lebih sempit dan lebih adaptif pada lahan kering, sehingga dapat ditanam di tegalan atau bahkan kebun. Kelompok berikutnya adalah kangkung berdaun keunguan atau Kelompok Rubra. Kelompok ini daun dan bunganya memiliki semu warna merah atau ungu, berdaun agak lebar tetapi juga adaptif pada lahan kering. Kelompok terakhir adalah kangkung kering atau Kelompok Upland, dikenal dalam bahasa Kanton sebagai hon ngung choi.

Produksi[sunting | sunting sumber]

Ada dua jenis penanaman diusahakan: kering dan basah. Dalam keduanya, sejumlah besar bahan organik (kompos) dan air diperlukan agar tanaman ini dapat tumbuh dengan subur. Dalam penanaman kering, kangkung ditanam pada jarak 5 inci pada batas dan ditunjang dengan kayu sangga. Kangkung dapat ditanam dari biji benih atau keratan akar. Ia sering ditanam pada semaian sebelum dipindahkan di kebun. Daun kangkung dapat dipanen setelah 6 minggu ia ditanam.

Jika penanaman basah digunakan, potongan sepanjang 12-inci ditanam dalam lumpur dan dibiarkan basah. Semasa kangkung tumbuh, kawasan basah ditenggelami pada tahap 6 inci dan aliran air perlahan digunakan. Aliran air ini kemudian dihentikan apabila tanah harus digemburkan. Panen dapat dilakukan 30 hari setelah penanaman. Apabila pucuk tanaman dipetik, cabang dari tepi daun akan tumbuh lagi dan dapat dipanen setiap 7-10 hari.

Semasa berbunga, pucuk kangkung tumbuh dengan lambat, tetapi pembajakan tanah dan panen cenderung menggalakkan lebih banyak daun yang dihasilkan.

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

Hampir keseluruhan tanaman muda dapat dimakan. Karena kangkung tua berserat kasar, pucuk yang muda lebih digemari. Ia dapat dimakan mentah atau dimasak seperti bayam. Kangkung sering juga digoreng sebagai cahPlecing kangkung adalah menu yang terkenal dari daerah Lombok.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Laman MMPND bagian Ipomoea aquatica

Sawi pagoda

 Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sawi Pagoda
Sawi Pagoda.jpg
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
(tanpa takson):
(tanpa takson):
(tanpa takson):
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Subspesies:
B. r. subsp. narinosa
Nama trinomial
Brassica rapa subsp. narinosa
(L.H.Bailey) Hanelt

Sawi pagoda, yang dikenal juga dengan nama lainnya yaitu Ta Ke Chai dan Tatsoi, adalah jenis sawi yang berasal dari beberapa daerah, salah satunya adalah Tiongkok. Sawi pagoda ini memiliki bentuk dan warna yang unik, yaitu selain bentuk daunnya yang oval, sawi pagoda ini juga memiliki warna hijau pekat yang sangat mencolok, serta bagian batang dan daun yang renyah. Sawi pagoda ini tahan terhadap suhu dingin.

Penyemaian[sunting | sunting sumber]

Benih sawi pagoda.
Semaian sawi pagoda.

Benih sawi pagoda awal mulanya disemai dahulu dan langsung dikenalkan dengan sinar matahari agar tidak terjadi etiolasi. Setelah 2 hari, benih akan sprout. Lalu, sekitar hari ke 9–10, tanaman ini akan keluar daun sejatinya, atau berdaun empat. Saat sudah memiliki daun sejati, baru tanaman ini dapat diberi nutrisi tambahan. Sebelumnya, tanaman ini tidak diberikan nutrisi tambahan, karena mereka masih mendapatkan nutrisinya sendiri yang terdapat dari benihnya itu.

Nutrisi[sunting | sunting sumber]

Nutrisi yang digunakan pada tanaman sawi pagoda ini yaitu nutrisi AB mix dengan ppm 500–1400. Pemberian nutrisi harus sesuai ketentuan, karena jika nutrisi yang diberikan kurang dari 500 ppm, maka daun sawi pagoda akan pucat dan berwarna kuning. Sedangkan jika nutrisi melebihi 1400 ppm, maka rasa sawi pagoda akan terasa pahit. Pemberian nutrisi lebih baik dilakukan pada pagi hari, tepatnya pada pukul 9 pagi. Suhu dari nutrisi AB mix yang diberikan juga tidak boleh melebihi 28 °C. Karena akan menyebabkan daun sawi pagoda ini layu dan memiliki akar cokelat.

Jenis hama yang menyerang[sunting | sunting sumber]

Hama yang menyerang sawi pagoda itu bermacam-macam, yaitu:

  • Kutu aphid

Kutu aphid ini memiliki ukuran yang sangat kecil dan tubuhnya berwarna hijau. Hama ini sering kali disebarkan oleh semut. Karena para kawanan semut akan membawa telur-telur kutu aphid ini ke tanaman, dan meletakkannya di bagian bawah daun.

  • Kutu putih/kutu kebul

Kutu putih atau dikenal juga dengan kutu kebul ini biasanya muncul ketika musim kemarau tiba. Kutu putih ini akan hinggap pada tanaman-tanaman dan lama kelamaan akan menyebabkan tanaman yang dihinggapinya mati.

  • Spider mite

Spider mite ini memiliki ukuran yang kecil dan hidup di atas permukaan daun. Jika pada suatu tanaman terdapat spider mite ini, biasanya di antara daun dengan daun yang lain terdapat jaring laba-laba.

Pestisida[sunting | sunting sumber]

Pestisida yang diberikan untuk membasmi hama-hama pada sawi pagoda adalah pestisida nabati. Terdapat 2 buah bahan berbeda dalam membuat campuran pestisida yang digunakan, yaitu:

  • Bawang putih

Bawang putih yang digunakan dalam pestisida ini yaitu 2 siung dan dihaluskan, lalu ditambahkan dengan 1 liter air dan 1 sdt sabun cuci piring. Saring campuran tersebut dan semprotkan ke bagian daun sawi pagoda.

  • Daun pepaya

Daun pepaya yang digunakan dalam pestisida ini yaitu 5 lembar daun yang diiris tipis, lalu direndam di dalam air sebanyak 1 liter selama 3 jam, serta ditambahkan dengan 1 sdt sabun cuci piring. Saring campuran tersebut dan semprotkan ke bagian daun sawi pagoda.

Fungsi dari sabun cuci piring ini yaitu agar pestisida menempel ke daun sawi pagoda. Penyemprotan pestisida pada tanaman sawi pagoda ini dilakukan secara berulang yaitu 3 hari sekali, pada sore hari.

Kandungan dan manfaat[sunting | sunting sumber]

Sawi pagoda ini tentu saja memiliki kandungan yang sangat berperan baik untuk kesehatan tubuh manusia. Berikut ini adalah beberapa kandungan dan manfaat dari sawi pagoda:

  • Vitamin A

Vitamin A pada tumbuhan sawi pagoda ini tentu berperan sangat baik bagi kesehatan mata manusia.

  • Vitamin E

Vitamin E berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit, dan menjaga kulit agar tidak kering.

  • Vitamin K

Vitamin K berfungsi untuk membantu dalam proses pembekuan darah jika adanya luka pada tubuh.

  • Asam folat
Foto hasil panen Sawi Pagoda ini berumur 30 HST (Hari Setelah Tanam) atau 40 hari HSS (Hari Setelah Semai) menggunakan sistem Hidroponik DFT (Deep Flow Technique) di Purwokerto.
Foto hasil panen sawi pagoda ini berumur 30 HST (Hari Setelah Tanam) atau 40 hari HSS (Hari Setelah Semai) menggunakan sistem Hidroponik DFT (Deep Flow Technique) di Purwokerto.

Asam folat berfungsi untuk perkembangan janin, agar janin tumbuh dengan baik pada ibu hamil. Serta membantu pembentukan sel-sel darah merah dan sumsum tulang.

  • Asam glukosinolat

Asam glukosinolat berfungsi untuk mencegah penyakit kanker yang menyerang tubuh.

Pengolahan[sunting | sunting sumber]

Sawi pagoda dapat dijadikan masakan dengan cara ditumis. Ataupun bisa dijadikan jus untuk pengobatan penyakit.

Sumber Referensi[sunting | sunting sumber]

[1][2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Wibowo, Seno dan Maya (Eds.). 2014. Panduan Lengkap Budi Daya Ikan dan Sayuran dengan Sistem Akuaponik. Yogyakarta: Lily Publisher. ISBN 978-979-29-4223-1
  2. ^ Nixon, M.Topan dkk (Eds.). 2014. Bertanam Sayuran Hidroponik Ala Paktani Hydrofarm. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka. ISBN 979-006-517-5

Bawang merah

 Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bawang merah
Bawang Merah atau Brambang.jpg
Bawang merah di pasar
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
A.cepa
Varietas:
A.cepa var. aggregatum
Nama binomial
Allium cepa var. aggregatum

Bawang merah (Allium cepa L. var. aggregatum[1]) adalah salah satu bumbu masak utama dunia yang berasal dari IranPakistan, dan pegunungan-pegunungan di sebelah utaranya, tetapi kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia, baik sub-tropis maupun tropis. Wujudnya berupa umbi yang dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional, kulit umbinya dapat dijadikan zat pewarna dan daunnya dapat pula digunakan untuk campuran sayur.[2] Tanaman penghasilnya disebut dengan nama sama.

Bawang merah saat ini dianggap sebagai sebuah varietas dari spesies Allium cepa, spesies yang memuat sejumlah besar varietas bawang yang dikenal dengan nama kolektif bawang bombai.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Seluruh bagian tanaman bawang merah dari akar, umbi, daun, batang, dan bunga

Bunga bawang merah merupakan bunga majemuk berbentuk tandan yang bertangkai dengan 50-200 kuntum bunga. Pada ujung dan pangkal tangkai mengecil dan di bagian tengah menggembung, bentuknya seperti pipa yang berlubang di dalamnya. Tangkai tandan bunga ini sangat panjang, lebih tinggi dari daunnya sendiri dan mencapai 30–50 cm. Bunga bawang merah termasuk bunga sempurna yang tiap bunga terdapat benang sari dan kepala putik. Bakal buah sebenarnya terbentuk dari 3 daun buah yang disebut carpel, yang membentuk tiga buah ruang dan dalam tiap ruang tersebut terdapat 2 calon biji.Buah berbentuk bulat dengan ujung tumpul. Bentuk biji agak pipih. Biji bawang merah dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman secara generatif.

Bawang merah mengandung vitamin Ckaliumserat, dan asam folat. Selain itu, bawang merah juga mengandung kalsium dan zat besi. Bawang merah juga mengandung zat pengatur tumbuh alami berupa hormon auksin dan giberelin. Kegunaan lain bawang merah adalah sebagai obat tradisional, bawang merah dikenal sebagai obat karena mengandung efek antiseptik dan senyawa alliin. Senyawa alliin oleh enzim alliinase selanjutnya diubah menjadi asam piruvat, amonia, dan alliisin sebagai anti mikoba yang bersifat bakterisida.

Senyawa sin-propanatial-S-oksida (syn-propanethial-S-oxide) yang terbentuk akibat jaringan bawang merah diiris menyebabkan mata manusia mengeluarkan air mata[3][4].Pembentukannya terpicu oleh dilepaskannya enzim lachrymatory-factor synthase ketika jaringan tubuh tanaman dilukai. Enzim ini akan mengubah asam-asam amino sulfoksida (mengandung oksida belerang) menjadi asam sulfenat yang tidak stabil. Salah satu senyawa yang terbentuk dari asam sulfenat adalah sin-propanatial-S-oksida, yang kemudian menyebar ke udara. Kelenjar air mata akan terangsang oleh senyawa ini dan memicu keluarnya air mata.

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Bawang goreng adalah bawang merah yang diiris tipis dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak. Pada umumnya, masakan Indonesia berupa sotosup juga bubur ayam menggunakan bawang goreng sebagai penyedap sewaktu dihidangkan. Selain diolah menjadi bawang goreng, bawang merah dapat juga dapat bermanfaat sebagai obat yaitu untuk mengobati maag, masuk angin, menurunkan kadar gula dalam darah, menurunkan kolesterol, sebagai obat kencing manis (diabetes melitus), memperlancar pernafasan dan memperlancar aliran darah karena bawang merah dapat menghambat penimbunan trombosit dan meningkatkan aktivitas fibrinotik.[5]